Musim bunga sakura di Jepang biasanya terjadi pada akhir bulan Maret hingga awal April. Namun, pada tahun 2026, perkembangan bunga sakura dilaporkan lebih cepat dibandingkan waktu sebelumnya di beberapa daerah. Hal ini sesuai dengan data yang dikeluarkan Corporation Meteorologi Jepang yang menunjukkan perubahan waktu mekarnya bunga sakura tahun ini.
Dalam laporan tersebut, bunga sakura di beberapa daerah mulai mekar sejak pertengahan Maret, misalnya di Tokyo yang diperkirakan berbunga pada 18–19 Maret. Musim puncak bunganya juga terjadi lebih awal, yaitu akhir Maret, bukan awal April seperti biasanya. Perbedaan waktu ini tampak konsisten di berbagai wilayah Jepang.
Kemudian, apa yang membuat bunga sakura berbunga lebih cepat tahun ini? Mari temukan jawabannya di bawah ini!
1. Dampak perubahan iklim dan kenaikan suhu dunia
Perubahan iklim menjadi salah satu penyebab utama yang memengaruhi masa berbunga bunga sakura di Jepang. Kenaikan suhu dunia menyebabkan musim semi tiba lebih cepat daripada biasanya. Akibatnya, pohon sakura juga bereaksi dengan berbunga lebih dini.
Mengutip dariPusat Penelitian Ilmu Pertanian Internasional Jepang (JIRCAS), mekarnya bunga sakura kini menjadi tanda perubahan iklim jangka panjang, dengan pola berbunga yang semakin dini sejak abad ke-20. Selain itu, dikutipNature World News, suhu yang lebih hangat pada musim dingin dan awal musim semi dapat mempercepat tahap berbunga.
Keadaan ini menunjukkan bahwa perubahan kecil dalam suhu dapat memiliki dampak signifikan terhadap siklus alami tanaman. Oleh karena itu, bunga sakura yang mekar lebih awal bukan hanya fenomena musiman, tetapi juga menjadi tanda adanya perubahan iklim yang terus berlangsung.
2. Musim salju yang lebih pendek
Musim dingin yang lebih pendek menjadi salah satu penyebab utama bunga sakura mekar lebih cepat. Pohon sakura sebenarnya memerlukan masa dingin tertentu agar dapat memasuki tahap istirahat sebelum akhirnya berbunga. Namun, ketika musim dingin terasa lebih hangat dan berlangsung lebih singkat, siklus alami ini bisa terganggu.
Dilansir Scientific American,musim salju yang lebih ringan (mild winter) dapat membuat tanaman "bangun" lebih cepat dibandingkan masa istirahatnya. Kondisi ini memicu proses berbunga terjadi lebih dini dari biasanya. Akibatnya, bunga sakura dapat mekar lebih cepat dari kebiasaan. Fenomena ini menjadi salah satu tanda bahwa perubahan musim kini tidak lagi berlangsung seperti dahulu.
3. Dampak lingkungan dan iklim setempat
Di kota, suhu cenderung lebih tinggi dibandingkan daerah pedesaan karena banyaknya bangunan, jalan aspal, dan sedikitnya area hijau. Keadaan ini menyebabkan bunga sakura mekar lebih awal karena pohon tersebut 'bangun' dari masa istirahatnya lebih cepat. Selain itu, cuaca musim semi yang hangat juga mempercepat proses pembungaan tersebut.
Meski suhu sering berubah, efek panas yang utama menyebabkan bunga mekar lebih cepat. Pada tahun 2026, bunga sakura di Tokyo, Kyoto, dan Osaka mekar sekitar 7 hari lebih awal dibanding biasanya. Tokyo mulai mekar pada 19 Maret, diikuti Kyoto pada 23 Maret, dan Osaka pada 24 Maret 2026. Memasuki awal April, bunga-bunga telah mencapai puncak mekarnya.
Secara singkat, gabungan suhu yang tinggi di perkotaan dan perubahan cuaca lokal menjadi penyebab utama mekarnya bunga sakura lebih cepat tahun ini. Selain itu, perubahan iklim global yang menyebabkan musim semi tiba lebih hangat juga berkontribusi pada pembukaan bunga yang lebih cepat. Setelah mengetahui hal tersebut, apakah kamu menyadari bahwa bunga sakura kali ini mekar lebih awal dibanding biasanya?
Kapan Bunga Sakura Berbunga di Tiongkok? Lihat Lokasi Terbaiknya! 5 Tempat Menyaksikan Bunga Sakura di Korea Selatan Tahun 2026 Bunga Sakura Berbunga Lebih Cepat di Tokyo, Langsung Ramai!


Comments
Post a Comment