Simpanse merupakan anggota kera yang memiliki berbagai macam jenis dan ukuran, yang dapat ditemukan di berbagai belahan dunia. Sebagian besar kera tinggal di Benua Afrika, Asia, serta Amerika, khususnya di wilayah Amerika Tengah dan Selatan. Kebanyakan dari mereka hidup di daerah iklim tropis, terutama di hutan.
Ada banyak spesies monyet yang memiliki tubuh besar. Beberapa bahkan memiliki berat yang hampir sama dengan manusia dewasa. Dilansir dari lamanA-z-animals, berikut adalah sepuluh kera terbesar yang ada di dunia. Mari kita lihat!
1. Gelada
Monyet terbesar di dunia pertama adalah Gelada (Theropithecus gelada) atau yang dikenal sebagai kera darah merah merupakan primata yang tinggal di savana Ethiopia. Kera ini beratnya bisa mencapai 20 kilogram.
Gelada memiliki ciri khas berupa bercak merah di bagian dada. Pada gelada jantan, bercak merah tersebut lebih terang dibandingkan dengan yang dimiliki oleh betina. Hal ini disebabkan oleh peningkatan kadar hormon pada jantan, sehingga membuat bercak merah tampak lebih cerah. Keadaan ini juga menunjukkan masa ketika mereka paling subur.
Gelada memiliki struktur sosial yang sangat kompleks serta tingkah laku sosial yang khas. Ketika gelada merasa terancam, mereka akan mengangkat bibir atasnya hingga menutupi hidungnya untuk menunjukkan gigi besar mereka. Perilaku khusus ini sering terlihat pada gelada jantan yang sedang bersaing.
2. Babon kuning
Bunga matahari atau yang dikenal dengan nama LatinPapio cynocephalus yaitu kera yang memiliki ciri khas bulu berwarna kuning. Mereka dapat ditemukan di Afrika Timur seperti Kenya, Tanzania, Zimbabwe, dan Botswana. Hewan ini memiliki berat hingga 25 kilogram.
Babon kuning tinggal dalam struktur sosial yang melibatkan jantan yang dominan dan jantan yang lebih rendah yang saling bersaing. Satu kelompok terdiri dari 8 hingga 200 ekor babon, termasuk jantan dan betina.
Dalam hal ini, babon jantan berwarna kuning yang memiliki tingkat hierarki lebih rendah akan mendekati babon jantan dengan hierarki lebih tinggi sambil membawa bayi babon kuning di atas kepalanya. Tindakan ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa mereka tidak bermaksud menyerang atau melawan.
3. Lutung abu-abu Nepal
Monyet terbesar di dunia berikutnya adalah Lutung abu-abu Nepal, yaitu spesies monyet yang tinggal di kawasan Himalaya yang mencakup Nepal, Tibet, India, dan Pakistan. Mereka biasanya tinggal di hutan pada ketinggian antara 450 hingga 1200 meter di atas permukaan laut. Monyet dengan nama ilmiahSemnopithecus schistaceus ini pernah tercatat beratnya mencapai 26 kilogram.
Spesies monyet ini termasuk hewan yang hidup di pohon dan daratan, sehingga mereka sering berada di permukaan tanah maupun di pohon. Mereka kerap berjalan dengan cara merangkak dan mampu melompat hingga sejauh kira-kira 4 meter. Lutung abu-abu biasanya berinteraksi dengan rekan-rekannya melalui suara seperti menggonggong, menjerit, dan bersin.
4. Tibetan macaque
Tibetan macaque (Macaca thibetana) merupakan salah satu jenis kera yang paling besar di Asia dengan berat hingga 30 kilogram. Hewan ini dapat ditemui di Tibet dan wilayah utara Tiongkok. Sebagian besar dari mereka memiliki warna coklat keabu-abuan.
Monyet Tibet merupakan hewan omnivora yang biasanya mengonsumsi buah, daun, serta rumput. Mereka juga menyukai bunga, akar, jamur, serangga, telur, hingga rebung. Hewan ini aktif pada siang hari atau bersifat diurnal. Monyet jantan Tibet sering kali bersaing memperebutkan akses terhadap makanan dan pasangan melalui pertarungan yang keras dan terkadang berujung kematian.
5. Bekantan
Bekantan atau Nasalis larvatus merupakan primata pohon berukuran sedang yang hanya ditemukan di hutan hujan Kalimantan. Bekantan terkenal karena hidungnya yang khas, panjang, dan besar serta perutnya yang menonjol. Bekantan terberat yang pernah ditemukan memiliki berat sekitar 30 kilogram.
Bekantan dewasa memiliki bulu berwarna cokelat muda hingga jingga terang dengan bagian bahu dan kepala yang lebih gelap. Ekornya berwarna abu-abu dan wajahnya berwarna merah muda. Hidung bekantan yang khas semakin membesar dan bulat seiring bertambahnya usia. Hidung besar ini berfungsi untuk menghasilkan suara yang lebih keras guna menarik perhatian pasangan.
6. Babon hamadryas
Seperti monyet Tibet dan bekantan, babon hamadryas juga memiliki berat tubuh terbesar sekitar 30 kilogram. Hewan yang memiliki nama ilmiahPapio hamadryas bisa ditemukan di Eritrea, Ethiopia, Djibouti, dan Somalia. Lingkungan hidup mereka terletak di dataran tinggi kering, gurun, dan wilayah berbatu.
Babon hamadryas memiliki bulu yang khas. Bulu mereka berwarna putih dengan tekstur sedikit keriting dan panjang. Hewan ini termasuk omnivora, yang memakan berbagai jenis makanan baik dari hewan maupun tumbuhan seperti buah-buahan, getah pohon, biji akasia, hingga hewan kecil. Berbeda dengan babon lainnya, babon hamadryas adalah hewan darat yang memiliki struktur sosial berupa hierarki patriarki.
7. Babon olive
Babon olive (Papio anubis) adalah hewan asli Afrika yang memiliki hidung panjang dan tajam. Hewan ini biasanya tinggal di savana atau lingkungan hutan dalam kelompok besar atau kawanan yang terdiri dari sekitar 150 individu. Mereka juga dikenal tinggal di padang rumput iklim sedang, daerah tebing batu, hutan pinus, bahkan hutan tropis di Uganda.
Babon olive memiliki berat hingga 37 kilogram, lho! Mereka juga memiliki ekor yang sangat panjang serta rahang yang sangat kuat. Selain itu, mereka mampu berlari dengan cepat. Babon olive memiliki kantong pipi yang digunakan untuk menyimpan makanan saat sedang mencari makan.
8. Babon chacma
Babon chacma atau Papio ursinus merupakan spesies monyet terbesar di dunia berdasarkan ukuran tubuhnya. Monyet ini memiliki berat hingga 45 kilogram dengan panjang tubuh mencapai 114 sentimeter dan panjang ekor sekitar 83 sentimeter. Monyet chacma dapat ditemukan di Afrika Selatan, Angola, Zambia, Botswana, Zimbabwe, serta Mozambik.
Meskipun ukurannya besar, ternyata babon ini menjadi mangsa yang sering diincar oleh macan tutul. Babon chacma memiliki tengkorak yang besar dan wajah yang kecil. Hewan ini juga memiliki taring yang besar. Taring jantan lebih besar dibandingkan taring betina. Warna kulit wajah mereka berwarna ungu kehitaman dengan rambut pada tubuh berwarna hitam dan garis kuning cokelat.
9. Drill
Monyet drill adalah spesies monyet yang menduduki peringkat kedua terbesar di dunia dengan berat mencapai 50 kilogram. Hewan yang memiliki nama ilmiahMandrillus leucophaeus dianggap sebagai salah satu jenis mamalia yang paling rentan punah di Afrika, karena hanya tersisa sekitar 3.000 individu di alam liar. Mereka hanya dapat ditemukan di wilayah sempit hutan hujan di Nigeria, Kamerun, dan Guinea Khatulistiwa.
Monyet drill memiliki bulu berwarna coklat atau abu-abu dengan kulit gelap di wajahnya. Monyet jantan lebih besar dibandingkan dengan monyet betina. Berat tubuh monyet betina biasanya mencapai maksimal 12 kilogram. Perbedaan lain antara jantan dan betina terletak pada dagu mereka, di mana betina tidak memiliki bercak berwarna merah muda.
10. Mandrill
Monyet terbesar di dunia adalah mandrill (Mandrillus sphinx) yang berat tubuhnya mencapai 54 kilogram. Mandrill mudah dikenali karena memiliki ciri khas berupa wajah yang berwarna-warna dan warna bokong yang cerah. Meskipun terlihat menarik, pada kenyataannya hewan ini juga dikenal sebagai hewan yang menakutkan. Mandrill dapat ditemukan di hutan hujan tropis Guinea Khatulistiwa, Kamerun Selatan, Gabon, dan Kongo.
Makanan mandrill terdiri dari buah-buahan dan tumbuhan. Namun, terkadang mandrill juga mengonsumsi daging dalam bentuk hewan tak berdarah seperti belalang, rayap, semut, dan cacing tanah. Meskipun merupakan monyet terbesar di dunia, mandrill bukanlah predator utama. Seperti babon chacma, musuh utama mandrill adalah harimau tutul. Mandrill tinggal dalam kelompok besar yang terdiri dari 615 hingga 845 individu.
Memiliki variasi warna bulu, bentuk tubuh, serta ukuran tubuh memang menjadi ciri khas dari hewan, terutama untuk spesies monyet. Berikut adalah sepuluh jenis monyet terbesar di dunia, di mana beberapa di antaranya memiliki berat yang setara dengan berat tubuh manusia dewasa.
Question | Answer |
|---|---|
Apa perbedaan antara simpanse terbesar dan kera terbesar? | Secara teknis, primata terbesar yang masih hidup adalah Gorila, tetapi Gorila termasuk dalam kategori kera (tidak memiliki ekor). Jika yang dimaksud adalah "monyet" (biasanya memiliki ekor), maka Mandrill menjadi yang terbesar. |
Apakah pernah ada primata yang ukurannya jauh lebih besar daripada gorila? | Ya, terdapat primata purba yang diberi nama Gigantopithecus blacki. Hewan yang sudah punah ini diperkirakan memiliki tinggi hingga 3 meter dan berat mencapai 500 kilogram. Ia sering dianggap sebagai sumber inspirasi nyata di balik kisah Bigfoot atau Yeti. |
Di manakah habitat asli Mandrill dan bagaimana kehidupan mereka? | Mereka tinggal di hutan hujan tropis Afrika Barat (misalnya Gabon dan Kamerun). Mereka tinggal dalam kelompok besar yang dikenal sebagai hordes yang dapat terdiri dari ratusan individu, dipimpin oleh satu jantan dominan yang memiliki wajah berwarna paling terang. |









Comments
Post a Comment