Misi Artemis II kini tengah mendapat perhatian global. Setelah manusia terakhir kali mendekati Bulan pada masa Apollo pada tahun 1972, NASA kembali mengirimkan astronot untuk melintasi Bulan selama perjalanan sekitar 10 hari.
Dalam misi ini, para astronot mengemudikan pesawat Orion yang dibuat khusus untuk mendukung perjalanan jauh ke luar angkasa. Hal ini tentu membangkitkan rasa penasaran, terutama mengenai bagaimana kemampuan pesawat tersebut saat menjalani misi penting tersebut. Salah satu aspek yang paling menarik untuk dibicarakan adalah kecepatannya saat melewati ruang angkasa dan kembali ke Bumi.
Seberapa cepat pesawat OrionSaat menjalani misinya, pesawat ini mampu bergerak hingga sekitar 25.000 mil per jam atau setara 40.000 kilometer per jam, terutama ketika kembali ke Bumi dari jarak yang sangat jauh. Lihat penjelasan lengkapnya di bawah ini.
1. Berapa kecepatan pesawat Orion pada berbagai tahapan?
Saat berada di sekitar orbit Bumi, kapal ruang angkasa biasanya bergerak sekitar 28.000 km per jam. Namun, Orion yang kembali dari Bulan memiliki kecepatan jauh lebih tinggi, sekitar 40.000 km per jam saat memasuki atmosfer. Kecepatan ini terjadi karena pengaruh gravitasi Bumi yang semakin kuat saat kapal mendekat, sehingga Orion melaju sangat cepat sebelum proses pengereman dimulai.
Dengan kecepatannya yang sangat tinggi, Orion tidak dapat langsung mendarat secara langsung di permukaan. Sebaliknya, pesawat ini memanfaatkan teknikskip-entryyaitu memasuki atmosfer lalu kembali dipantulkan ke luar angkasa sebelum masuk kembali. Metode ini membantu mengurangi panas dan energi secara bertahap. Setelah beberapa kali "pantulan", kecepatannya terus berkurang hingga akhirnya cukup aman untuk mendarat di laut. Ketika menyentuh permukaan Samudra Pasifik, kecepatannya sudah sangat berkurang, hanya 24 km/jam, sehingga proses pendaratan dapat berlangsung lebih aman dan terkendali.
2. Mengapa Orion perlu bergerak sangat cepat?
Pesawat Orion perlu bergerak sangat cepat karena misinya jauh berbeda dibanding pesawat yang hanya berada di orbit Bumi. Orion datang langsung dari Bulan yang berjarak sekitar 250.000 mil, sehingga memiliki energi kinetik yang jauh lebih besar. Untuk mencapai jarak sejauh itu, Orion memang harus mencapai kecepatan tinggi agar dapat melepaskan diri dari gravitasi Bumi, lalu kembali dengan memanfaatkan tarikan gravitasi tersebut.
Kecepatan tinggi ini memiliki peran yang sangat penting saat memasuki atmosfer. Orion juga menerapkan teknikskip-entrySeperti batu yang melompat di permukaan air, teknik ini memerlukan kecepatan yang sangat tepat. Jika terlalu lambat, pesawat bisa jatuh terlalu cepat dan terbakar akibat panas luar biasa hingga 5.000°F. Di sisi lain, jika terlalu cepat, Orion mungkin akan memantul keluar dan gagal kembali ke Bumi.
3. Apa yang dimaksud dengan pesawat Orion?
Orion adalah kendaraan luar angkasa terbaru yang dikembangkan oleh NASA, dirancang untuk mengangkut manusia menjelajahi ruang angkasa lebih jauh, termasuk misi ke Bulan dan Mars di masa depan. Berbeda dengan pesawat luar angkasa sebelumnya seperti program Apollo, Orion dapat membawa hingga enam astronot dalam satu perjalanan. Selain berperan sebagai alat transportasi, Orion dilengkapi dengan sistem keselamatan modern, termasuk kemampuan untuk melakukan abort darurat, dukungan kehidupan bagi awak, serta memastikan mereka dapat kembali ke Bumi secara aman setelah misi selesai.
Untuk mendukung misi jarak jauh, Orion dilengkapi dengan teknologi yang jauh lebih canggih, mulai dari komputer, sistem navigasi, komunikasi, hingga perlindungan terhadap radiasi. Salah satu fitur paling pentingnya adalahheat shield(pelindung panas) berukuran besar yang mampu menghadapi suhu ekstrem saat memasuki atmosfer Bumi. Pesawat ini juga telah menjalani uji coba penting, termasuk penerbangan pertama pada 5 Desember 2014 dengan menggunakan roket Delta IV Heavy untuk memastikan semua sistemnya aman sebelum digunakan dalam mengangkut manusia.
Dengan demikian, seberapa cepat pesawat Orion bergerak menjadi salah satu faktor penting dalam kelancaran misinya, khususnya ketika kembali ke Bumi. Kecepatan yang tinggi ini diimbangi dengan teknologi mutakhir untuk memastikan keselamatan.
Question | Answer |
|---|---|
Seberapa cepat pesawat Orion saat kembali ke Bumi? | Kira-kira 40.000 km per jam saat memasuki lapisan atmosfer. |
Apakah kecepatan Orion berbahaya? | Bisa menimbulkan risiko jika tidak diawasi, namun Orion dilengkapi dengan sistem yang mampu mengontrol kecepatan secara aman. |
Apakah Orion lebih cepat dibandingkan pesawat konvensional? | Ya, jauh lebih cepat. Kecepatannya mencapai puluhan ribu km per jam, sementara pesawat komersial hanya sekitar 800–900 km per jam. |
Mengapa Pakaian Astronot Artemis II Berwarna Jingga? Ini Fakta yang Perlu Diketahui Profil Astronot MisI Artemis II, Tokoh di Balik Perjalanan Manusia ke BulanReferensi
"14 Hal yang Mungkin Tidak Anda Ketahui tentang Orion". Lockheed Martin. Diakses April 2026.
"Kapal Luar Angkasa Orion". NASA. Diakses April 2026.
"Kapal Ruang Angkasa Orion". Badan Antariksa Eropa. Diakses April 2026.
"Artemis II Telah Diluncurkan. Inilah Semua yang Perlu Anda Ketahui tentang Misi Ini ke Bulan". Time. Diakses April 2026.

Comments
Post a Comment