Biawak air mertens, atau Varanus mertensi, merupakan jenis biawak semi-akuatik yang hanya ditemui di wilayah utara Australia. Hewan ini terkenal sebagai pemburu yang sangat gesit di air tawar, ciri yang membedakannya dari kebanyakan jenis biawak lainnya. Namanya berasal dari Robert Mertens, seorang ahli herpetologi asal Jerman yang pertama kali menggambarkan spesies ini pada tahun 1951.
Keunikan utamanya terletak pada kemampuan berenang dan berburu di bawah air, yang menunjukkan proses evolusi yang luar biasa pada hewan reptil darat. Meskipun ukurannya tidak sebesar kerabat dekatnya, hewan ini memiliki peran penting dalam ekosistem sungai di Australia tropis dengan menjaga keseimbangan jumlah ikan dan kepiting. Mari kita mengenal lebih jauh fakta menarik tentang biawak air mertens!
1. Tubuh yang panjang dan ekor yang kuat untuk berenang
Biawak air Mertens bisa mencapai panjang total sekitar dua meter, dengan ekor yang jauh lebih panjang dibandingkan tubuhnya. Punggungnya berwarna cokelat gelap atau hitam dengan bintik-bintik kuning yang tersebar merata, sedangkan bagian perutnya lebih cerah dengan pola abu-abu di area leher.
Ciri fisik yang paling menonjol adalah bentuk ekornya yang lebar ke samping dan memiliki tonjolan di tengah, yang berfungsi sebagai dayung kuat saat berenang. Selain itu, kura-kura ini mampu menutup lubang hidungnya ketika berada di bawah air. Yang lebih mengagumkan lagi, ia dapat menelan mangsa langsung di dalam air, sebuah kemampuan yang jarang dimiliki oleh jenis kura-kura lain di dunia.
2. Area penyebaran di bagian utara Australia
Lingkungan hidup utama hewan tersebut meliputi wilayah utara Australia, mulai dari Kimberley di Australia Barat hingga Semenanjung Cape York di Queensland. Mereka biasanya tinggal di sekitar sungai, rawa, dan bendungan buatan, serta jarang menjauhi tepi air karena sangat bergantung pada lingkungan tersebut dalam berburu.
Kehidupan mereka sangat dipengaruhi oleh perubahan musim di daerah tropis. Pada musim hujan, biawak ini lebih aktif dan sering berada di dalam air. Sebaliknya, saat musim kemarau, mereka lebih banyak terlihat berjemur di atas batu atau dahan pohon yang berada di atas permukaan air untuk mengatur suhu tubuhnya.
3. Kepiting menjadi makanan utama yang paling digemari
Sebagai pemakan daging, biawak air Mertens memiliki pola makan yang sangat beragam. Sumber makanan utamanya adalah kepiting air tawar, yang memberikan sebagian besar nutrisi yang dibutuhkannya, diikuti oleh ikan, kodok, dan udang. Selain hewan-hewan air, mereka juga memburu serangga, laba-laba, serta memakan bangkai hewan lain jika tersedia.
Dalam mencari mangsa, kura-kura ini memanfaatkan indra penciuman yang sangat tajam. Ia mampu menggali telur kura-kura yang tersembunyi di dalam lumpur atau menyelam dalam jangka waktu lama untuk mengejar mangsa di dasar sungai. Fleksibilitas dalam mencari makan ini membantu mereka bertahan hidup meskipun ketersediaan mangsa berubah-ubah setiap musim.
4. Masa hidup dan metode reproduksi
Biawak air Mertens berkembang biak dengan cara bertelur di awal musim kemarau. Betina biasanya menggali lubang tempat bersarang di tepi sungai untuk menyimpan sekitar sembilan butir telur. Telur-telur ini memerlukan waktu antara enam hingga sepuluh bulan untuk menetas, sehingga anak biawak biasanya muncul dari sarang ketika musim hujan tiba, saat sumber makanan melimpah.
Hewan ini mulai mencapai masa dewasa dan siap untuk berkembang biak ketika berusia tiga atau empat tahun. Di lingkungan alaminya, biawak ini dikenal memiliki umur yang panjang, mampu bertahan hidup selama 15 hingga 20 tahun.
5. Ancaman dari kodok tebu menyebabkan kepunahan
Sejak tahun 2017, biawak air mertens telah terdaftar sebagai spesies yang terancam punah dalam Daftar Merah IUCN. Penurunan jumlah populasi yang signifikan ini disebabkan oleh serangan kodok tebu (Rhinella marina) yang sangat beracun. Ular yang mencoba memangsa katak ini akan langsung mati karena racunnya, yang menyebabkan penurunan hingga 90 persen populasi ular di beberapa daerah Australia.
Selain ancaman dari spesies lain, kerusakan lingkungan hidup akibat pencemaran dan perubahan penggunaan lahan juga memperparah situasi. Meskipun perdagangan internasionalnya telah diatur dengan ketat, upaya pelestarian tambahan tetap diperlukan agar hewan buas sungai ini tidak menghilang dari alam liar.
5 Fakta Mengenai Burung Wattled Curassow, Spesies Langka Amazon yang Memiliki Jambul Unik 5 Fakta Burung Blue Crowned Laughingthrush, Burung Langka yang Memiliki Mahkota Biru




Comments
Post a Comment