
Ringkasan Berita:
- Momen Melepas Rindu: Muhammad (20), karyawan pabrik di Kelapa Gading, memanfaatkan libur selama 12 hari untuk berkunjung dan berwisata ke Kebumen.
- Tiket Lebih Murah: Berbeda dengan harga saat keberangkatan, tarif kereta api untuk kembali ke Jakarta tercatat lebih terjangkau, yaitu sebesar Rp301.000.
- Kota Tangan: Pemuda dari Jawa Tengah ini membawa lanting dan basreng sebagai cinderamata untuk tetangga serta rekan kerjanya.
Ulasan dan Cara, JAKARTA— Arus mudik hari ketiga Lebaran 2026 mulai mengangkut para pekerja pulang ke Ibu Kota Jakarta. Salah satunya adalah Muhammad (20), seorang karyawan pabrik di wilayah Kelapa Gading, Jakarta Utara, yang baru saja selesai menjalani liburan mudik lama di Kebumen, Jawa Tengah.
Ditemui saat menunggu kendaraan online di kawasan Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Selasa (24/3/2026), Muhammad menceritakan pengalamannya dalam menikmati masa cuti 12 hari untuk berkumpul dengan keluarga besar di kampung halamannya.
Bagi dia, momen Lebaran tahun ini sepenuhnya digunakan untuk bersilaturahmi, sedangkan sisa waktunya dihabiskan untuk berwisata agar bisa melepas kepenatan dari rutinitas pabrik.
Selama berada di kampung, pemuda tersebut pernah mengunjungi Pantai Mliwis Kenoyojayan yang berada di Ambal, Kebumen.
Situasi itu dimanfaatkan untuk menghilangkan rasa rindu yang mendalam terhadap orang tua dan teman-teman masa kecilnya.
Menurut Muhammad, suasana di Kebumen, sebuah kota kecil, jauh berbeda dari keramaian Jakarta yang biasa ia alami sehari-hari saat tinggal di luar kota.
Mengenai biaya perjalanan, Muhammad memberikan informasi yang cukup menarik.
Untuk perjalanan menuju Kebumen dengan menggunakan kereta api, ia mengeluarkan dana sebesar Rp350.000.
Namun, perjalanan pulangnya ke Jakarta justru terasa lebih ringan dalam kantong karena harganya lebih murah, yaitu sebesar Rp301.000.
Kembali ke Ibu Kota untuk bekerja, Muhammad tidak datang tanpa membawa sesuatu.
Ia membawa oleh-oleh khas Kebumen berupa camilan lanting hingga basreng.
"Oleh-oleh akan diberikan kepada tetangga dan teman-teman di tempat kerja," ujarnya sebelum segera pergi dari stasiun.
Meski liburan panjang telah berakhir, tawa keluarga dan suara ombak Pantai Mliwis menjadi sumber semangat bagi Muhammad untuk kembali berjuang di tengah kesibukan Ibu Kota.
Comments
Post a Comment