Skip to main content

Kisah Lebaran dari Seluruh Indonesia – Tradisi Tak Terlewatkan

Ratusan juta warga Indonesia kembali ke kampung halaman mereka saat Lebaran 2026, seperti yang selalu terjadi setiap tahun. Hampir 8 juta orang menggunakan transportasi umum mulai dari 8 hari sebelum lebaran, sementara 100 juta penduduk lainnya diperkirakan memakai kendaraan pribadi—sekitar 75% di antaranya mengendarai mobil—untuk sampai dan merayakan idul fitri di "tempat asal" mereka.

Para pakar akademik sudah lama mengungkap makna di balik tradisi mudik di Indonesia, khususnya menjelang perayaan lebaran. Salah seorang akademisi, Vissia Ita Yulianto, dalam penelitian doktoralnya di University of Freiburg menyatakan bahwa mudik berkaitan erat dengan kegiatan merantau.

Mereka yang melakukan perjalanan pulang saat menjelang lebaran, menurut Vissia, adalah para pekerja migran. Namun, pekerja migran tersebut tidak hanya terdiri dari mereka yang berangkat ke kota dengan bekal keterampilan dan pendidikan, karena sebagian besar berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah.

Orang-orang ini, dalam kajian Vissa, meninggalkan kampung halaman bukan untuk mencari pengalaman, tetapi untuk menghadapi tantangan hidup.

Menurut Vissa, pulang kampung menjadi jembatan bagi individu yang memiliki identitas perkotaan dan pedesaan.

Melalui perjalanan mudik, ia menyebut bahwa seseorang mampu menjaga identitas mereka, yang tidak hanya terkait dengan kampung halaman, tetapi juga masa lalu—dengan asumsi bahwa mereka telah meninggalkan gaya hidup lama di desa dan beralih ke modernitas di perkotaan.

Di studi lain, antropolog Noel Salazar dari Universitas Katholieke Leuven di Belgia menyebutkan bahwa mudik lebaran tidak hanya memiliki makna spiritual atau agama, tetapi juga memiliki makna budaya dan ekonomi.

Pulang kampung merupakan hal yang penting bagi mereka yang tinggal di luar kota,menurut Noel. Alasannya, secara budaya di berbagai kelompok masyarakat adat di Indonesia, proses pergi dan kembali ke kampung halaman memiliki makna yang sama-sama penting.

Noel mengatakan, nilai budaya antara perantauan dan pulang kampung tetap sama meskipun mobilitas penduduk dari daerah pedesaan ke perkotaan kini tidak bersifat sementara—karena para perantau sekarang tinggal dan menetap di kawasan perkotaan.

Sebelum perayaan lebaran 2026, BBC News Indonesia mengumpulkan kisah-kisah individu yang pulang kampung.

Kami menemui mereka yang melintasi dari Jawa ke Sumatra menggunakan sepeda motor, yang naik bus dari Kalimantan menuju Madura, serta yang melewati lautan di wilayah timur Indonesia. Inilah kisah mereka.

Padat sesak di dalam kapal yang penuh penumpang

Ratusan pemudik dari wilayah timur Indonesia membanjiri kapal laut, satu minggu sebelum hari raya idul fitri. Beberapa di antaranya terpaksa beristirahat di lorong dan dek terbuka kapal karena tidak mendapatkan tempat tidur.

Beberapa di antara mereka mengatakan bahwa terpaksa melewati kondisi kapal seperti itu karena biaya transportasi lain yang lebih mahal, seperti pesawat.

BBC News Indonesia melacak Kapal Motor Sinabung yang dikelola oleh PT Pelayaran Nasional Indonesia, pada akhir pekan kedua bulan Maret lalu. Kapal tersebut beroperasi pada rute dari Jayapura, Biak, Manokwari, Sorong, Bacan, Ternate, Bitung, Banggai, Bau-bau, Makassar, Balikpapan sebelum tiba di tujuan terakhirnya di Surabaya.

Imam Alfian dan Rina Marzuki merupakan dua dari ratusan penumpang KM Sinabung yang sedang beristirahat di dek kapal dan lorongnya. Penyebabnya, kapal penuh dengan para pemudik.

Rina adalah pendatang dari Kota Jayapura. Ia kaget ketika pertama kali melihat keadaan kapal yang penuh sesak dengan penumpang.

"Bagi sebagian orang yang tidak menyukai keramaian, keadaan ini sedikit mengganggu. Namun saya masih mampu menahan karena ini masa libur, jadi kapal pasti akan penuh," ujarnya.

Namun Rina mengeluhkan fasilitas yang tidak diberikan kepada penumpang. Ia tidak dapat beristirahat di atas tempat tidur.

"Tiket saya yang tidak memiliki tempat tidur, bisa yang tanpa area istirahat. Memang tidur harus di tempat yang sederhana, misalnya di koridor," kata Rina.

Selama perjalanannya, Rina sering kali berpindah-pindah untuk mencari tempat istirahat.

"Pada awal perjalanan saya berada di dek 5, tetapi karena banyak penumpang yang turun di Bau-Bau maka petugas meminta kami pindah ke dek 4," katanya.

Meskipun menyadari akan menghadapi situasi demikian, Rina sejak awal tetap bersikeras untuk kembali ke kampung halamannya.

"Tujuannya memang ingin pulang kampung dan bertemu dengan keluarga. Ini pengalaman mudik pertama saya, jadi saya hanya ingin menikmatinya," katanya.

Sebenarnya sudah mempertimbangkan jenis transportasi lain, tetapi karena barang yang saya bawa cukup banyak, mungkin naik kapal lebih efisien dan hemat.

"Jika menggunakan pesawat, pasti harganya lebih tinggi," ujar Rina.

Selama perjalanan, Rina menyampaikan bahwa awak kapal telah memberikan beberapa peringatan. Penumpang, menurutnya, diberi tahu untuk tidak duduk di tepi pelabuhan.

Beberapa petugas juga memberi peringatan kepada penumpang agar tidak merokok di dalam ruangan.

Namun Rina berpendapat bahwa kapasitas penumpang dan kebersihan fasilitas seharusnya diperbaiki oleh PT Pelayaran Indonesia.

"Jumlah penumpang perlu dibatasi agar kapal tidak terlalu penuh dan penumpang dapat memperoleh haknya—jangan sampai banyak penumpang yang ternyata tidak mendapatkan tempat tidur," ujar Rina.

"Selain itu, kamar mandi tergolong sangat kotor dan di dalam kapal ini juga banyak terdapat kecoa," katanya.

BBC News Indonesia memperhatikan penumpang yang mengisi hampir semua sudut kapal, mulai dari lorong dek, perahu karam, hingga deck terbuka. Beberapa di antaranya membentangkan tikar untuk tempat bersantai.

Berbeda dengan Rina, Imam Alfian, penumpang asal Bitung yang akan pergi ke Surabaya, sudah terbiasa dengan kondisi kapal yang penuh.

Namun, pria asal Pemalang, Jawa Tengah, mengatakan keramaian tersebut tetap menimbulkan ketidaknyamanan, terutama terkait keterbatasan ruang.

Bagaimana lagi, tidak ada tempat sehingga harus tidur di luar ruangan. Demikian juga

Toilet dan kamar mandi umum. Salurannya tersumbat. Fasilitas kapal memang perlu diperbaiki," katanya.

Meskipun demikian, keinginan untuk merayakan Idul Fitri di kampung halaman lebih kuat daripada ketidaknyamanan yang dirasakan Imam.

"Harus merayakan lebaran di kampung dan bertemu dengan keluarga. Saya bekerja di laut sebagai nelayan, sudah cukup lama tidak pulang. Meskipun kapal penuh, saya harus kembali," katanya.

"Sebenarnya naik pesawat lebih nyaman dan lebih cepat, tetapi harga tiketnya sangat mahal. Jadi saya memilih yang harganya terjangkau. Saya memilih jalur laut ini," katanya.

'Mudik ibarat sebuah ritual'

Bagi Yanti, pulang kampung pada lebaran tahun 2026 merupakan momen penting. Ibu yang memiliki dua anak ini akan kembali ke kampung halamannya untuk pertama kalinya.

Yanti bersama dua anaknya melakukan perjalanan darat dan laut, dari Kota Palopo di Sulawesi Selatan menuju Bau-Bau di Sulawesi. Suami Yanti tidak ikut dalam perjalanan ini karena sedang merayakan lebaran di rumah orang tua.

Untuk tiba di kampung halamannya di Bau-bau, Yanti bersama dua orang anaknya terlebih dahulu harus melakukan perjalanan darat sekitar 9 jam dari Palopo menuju Makassar.

Naik bus umum, mereka tiba di Makassar pada hari Kamis (19/03). Tidak lama setelah itu, mereka pergi ke pelabuhan. Kapal yang akan mereka naiki baru saja melepaskan jangkarnya di Pelabuhan Anging Mammiri, Makassar, pukul 21.00 WITA.

"Tidak apa-apa menunggu di pelabuhan. Bagi saya ini momen penting, bisa bertemu kembali dengan keluarga besar di kampung," kata Yanti.

Sementara menunggu kapal, Yanti bersama anak-anaknya duduk di lantai yang ditutupi karung bekas. Orang-orang yang pulang kampung lainnya juga menunggu dengan cara yang sama.

Menurut Yanti, keadaan tersebut bukan menjadi hambatan karena ia memahami bahwa jumlah kursi di area menunggu penumpang terbatas.

"Tidak masalah kalau tidur di lantai, kan tidak tinggal di sini. Asalkan bisa pulang kampung bersama anak-anak. Apalagi nanti Lebaran ini harus berkumpul dengan keluarga," kata Yanti.

Yanti akan melakukan perjalanan menggunakan Kapal Motor Tilongkabila menuju kota Bau-bau, yang memakan waktu sekitar 12 jam.

Para pemudik lainnya, Sunarti, pulang kampung bersama dua orang putrinya dari Makassar ke Bau-bau. Mudik bagi perempuan yang bekerja di Makassar sejak tahun 1995 ini memiliki makna yang sangat mendalam.

"Kami sekeluarga memang sudah memiliki komitmen untuk selalu pulang kampung dan berkumpul bersama keluarga di Bau-Bau," katanya.

"Di tahun lalu ayah masih ada. Pada tahun ini kami berupaya untuk memperkuat kembali suasana berkumpul keluarga di rumah," ujar Sunarti.

Sunarti adalah karyawan perusahaan swasta. Ia sempat mengalami kesulitan dalam mendapatkan tiket kapal yang menurutnya habis begitu cepat.

"Perjalanan pulang kampung ini bagi saya seperti sebuah upacara, untuk kembali dan tetap bersatu dengan keluarga," katanya.

"Maka kemarin saya mencari tiket kapal tanggal 16, tetapi habis jadi yang dapat adalah tiket hari ini. Kakak saya sudah memesan setelah ayah meninggal tahun lalu agar kami tetap berkumpul," kata Sunarti.

Selama arus mudik lebaran 2026, PT Pelindo Regional 4 memprediksi jumlah pemudik, baik yang berangkat maupun yang melintasi, di Pelabuhan Anging Mammiri mencapai 132.306 orang.

Jika tidak pulang, terasa ada yang hilang

Lalu lintas mudik Lebaran tidak hanya terkait dengan kemacetan atau antrean panjang di pelabuhan. Di beberapa titik perlintasan, seperti kawasan Tugu Siger—gerbang Lampung Selatan dan Bandarlampung — cerita para pemudik menampilkan sisi lain: tentang kebiasaan, cara menghemat biaya, hingga humor yang muncul selama perjalanan panjang.

Di Tugu Siber, para pemudik sering berhenti sebentar, bersantai, mengambil foto, atau hanya sekadar menenangkan diri setelah melakukan perjalanan berjam-jam dari Pulau Jawa ke Sumatra.

Suryadi, seorang pemudik dari Cikarang, Jawa Barat, merupakan salah satu dari ribuan orang yang melakukan perjalanan darat ke Sumatra dengan menggunakan sepeda motor. Pria berusia 43 tahun ini mudik bersama istri dan tiga anaknya menuju Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran.

Namun, perjalanan tersebut tidak dilakukan secara mandiri. "Satu keluarga, dua sepeda motor," katanya saat diwawancarai di Tugu Siger, Kamis (19/03).

Suryadi berangkat sekitar pukul 22.00 WIB dan tiba di Pelabuhan Ciwandan menjelang pagi. Meskipun perjalanan darat cukup lancar, kendala utama yang ia alami justru terjadi saat proses penyeberangan.

Karena antrean yang panjang, menurut Suryadi, dia baru sampai di kampung halamannya pada siang hari.

"Kadang terjadi antrean saat kapal berlabuh. Biasanya 2-2,5 jam, tapi tadi sampai 5 jam," katanya.

Meski demikian, Suryadi mengakui perjalanan yang panjang bukanlah penghalang. Baginya, mudik merupakan tradisi yang "harus dilalui".

"Kembali ke kampung halaman, meskipun perjalanan cukup melelahkan, tetap menjadi tradisi. Bagi saya, yang terpenting adalah bisa pulang ke kampung dan bertemu dengan keluarga di sana," ujar Suryadi.

"Jika tidak pulang kampung, ada yang terasa kurang," katanya.

Cerita yang serupa disampaikan oleh Dedik Triawan, seorang karyawan pabrik di Bekasi, Jawa Barat, yang pulang kampung ke Ulu Belu, Kabupaten Tanggamus.

Dedik berangkat pukul 01.00 pagi dan tiba di Pelabuhan Ciwandan sekitar pukul 05.00 WIB.

Meskipun perjalanan pulang kampungnya cukup jauh, Dedik sempatkan untuk berhenti di Tugu Siger. Baginya, tempat tersebut bukan hanya sekadar titik lalu lintas.

"Saya mampir ke sini karena ikon Lampung adalah tugu ini. Jadi selama liburan mudik, selalu foto di sini," katanya.

Untuk Dedik, pulang kampung bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga pengalaman batin.

"Meski jauh pergi merantau, saya tetap harus mengingat kampung halaman. Maka mudik harus dilakukan setahun sekali, bahkan berkumpul dengan keluarga juga harus dilakukan. Ya, itu harus penuh sesak," katanya.

Di antara barang yang dibawa Dedik, terdapat kotak yang diikat di belakang motornya. Pada kotak tersebut tertulis tulisan dalam bahasa Jawa.

Tulisan tersebut mengacu pada seseorang yang paling ingin ia temui selama libur lebaran, yaitu ibunya.

Dan karena itu, ia juga tidak pernah melupakan pesan ibunya: jangan terlalu cepat, yang penting sampai tujuan.

"Tidak perlu terburu-buru, jangan mendahului. Kata ibu, tekan saja.begitu tulisan di kotak yang dibawa Dedik.

"Ibu berkata, tidak perlu terburu-buru, jangan mendahului, yang penting sampai ke rumah," katanya.

Mudik ke Madura

Khairul Umam, hari Kamis (19/03), baru saja tiba dari Batu Licin, Kabupaten Tanah Bumbu. Pria berusia 30 tahun ini naik Kapal Motor Egon selama hampir 24 jam untuk kembali ke kampung halamannya di Pamekasan, Jawa Timur.

Turun di Pelabuhan Tanjung Perak, Khairul kemudian harus melanjutkan perjalanan menggunakan transportasi darat sebelum sampai ke tempat kelahirannya.

Khairul telah 10 tahun tinggal di Batu Licin, namun baru sekali ia tidak pulang saat lebaran, yaitu ketika wabah Covid-19 menyebar.

"Setiap hari raya, biasanya dua kali setahun [termasuk pada Idul Adha], saya kembali ke kampung halaman. Alasannya adalah untuk bertemu dengan orang tua," ujar Khairul.

"Saya kembali ke kampung halaman untuk merenungkan masa lalu saat tinggal bersama orang tua," kata pria yang menjalani usaha jual beli kendaraan di Kalimantan Selatan.

Sekar Tiara merupakan penduduk Madura yang lainnya yang pulang kampung ke Pamekasan. Ia naik kereta dari tempat tinggalnya di Yogyakarta, turun di Surabaya, kemudian melanjutkan perjalanan menuju Madura.

"Setiap tahun melakukan mudik. Karena saya merupakan anak dari luar kota, maka saya ingin kembali ke rumah untuk merasakan kehangatan hari raya," katanya.

Momen pulang kampung pada hari raya ini sangat penting bagi Sekar. Alasannya, hanya selama periode idul fitri dia mendapatkan cuti dari perusahaan.

"Karena jauh dari rumah, akan terasa sangat kesepian jika tidak kembali. Jika pulang, bisa berjumpa dengan seluruh anggota keluarga—ada rasa hangat," katanya.

Mengabulkan kerinduan yang terakumulasi selama dua tahun

Tiga tahun lamanya menunggu berlalu. Setelah dua kali Idul Fitri hanya dirayakan melalui panggilan video dari kamarnya yang disewa di Semarang, Ihsanul Fikri akhirnya menyeberangi Selat Sunda untuk kembali ke kampung halamannya di Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat.

Untuk Ihsanul, kembali ke kampung halaman tahun ini bukan hanya sekadar pulang, tetapi juga bentuk pengganti rasa rindu terhadap orang tua.

Kehinduan terhadap rumah yang dulu ia tinggalkan dan suasana lebaran yang selama dua tahun ini hanya bisa ia bayangkan dari kejauhan akhirnya ia rasakan pada lebaran tahun ini.

"Saya pulang kampung menggunakan bus dari Krapyak Semarang ke kampung halaman," ujar Ihsanul, Kamis (19/03).

"Seperti biasanya, naik bus jalur darat dari Semarang menuju Pelabuhan Merak, melewati selat tersebut, turun di Bakauheni lalu melanjutkan perjalanan darat," katanya.

Strategi melakukan perjalanan pulang lebih awal ternyata memberikan hasil. Pada 16 Maret lalu ia tiba di Tanah Datar.

"Saya sampai pada tanggal 16 dengan kondisi jalan masih lancar, setelah itu berita mengatakan jalur Palembang-Padang mengalami kemacetan," katanya. "Alhamdulillah saya pulang lebih awal jadi aman," katanya.

Ihsan memilih perjalanan darat ini karena biaya yang lebih murah dibandingkan dengan membeli tiket pesawat.

"Jika naik pesawat harganya mencapai Rp 2 juta hingga Rp 4 juta per perjalanan, ditambah biaya tambahan lainnya, sehingga saya jarang pulang," kata Ihsanul.

"Kemarin saya mendapatkan tiket dengan harga yang telah meningkat, mungkin karena libur lebaran. Kenaikannya sekitar Rp100 ribu," katanya.

Saat tiba di kampung halaman, Ihsanul segera memenuhi kerinduannya dengan melakukan sungkem kepada orang tuanya.

"Menurut saya, lebaran adalah momen yang penting, karena apapun keadaannya, ini waktu untuk berkumpul dengan keluarga," katanya.

"Dua tahun yang lalu ketika saya dikuasai oleh tugas-tugas kerja. Ini adalah balasan saya untuk mengungkapkan rasa rindu," katanya.

Di Kota Padang, seorang perempuan bernama Sari kembali ke rumahnya pada pertengahan pekan lalu. Ia telah tinggal di Jakarta selama dua tahun. Kembali ke Padang saat lebaran menjadi kesempatan bagi Sari untuk meninjau kembali pengalaman dan kejadian yang ia alami selama berada di tanah rantau.

"Karena sudah cukup kerepotan dengan pekerjaan," katanya.

Bukan hanya untuk dirinya sendiri, Sari mengatakan bahwa mudiknya dilakukan demi orang tua.

Pada lebaran tahun ini, Sari mengikuti program mudik yang disediakan secara gratis. Ia naik bus dengan rute perjalanan Jakarta-Jambi-Palembang-Padang.

Sudah tiba waktunya untuk mengunjungi orang tua. Jika tidak pulang kampung, rasanya sedih," katanya.

Liputan ini dibuat oleh jurnalis BBC News Indonesia, Abraham Utama, bersama para kontributor, yaitu Darul Amri dari Makassar, Ikbal Asra dari Jayapura, Robertus Bejo dari Lampung, Kamal dari Semarang, Halbert Chaniago dari Padang, dan Ahmad Mustopa dari Pamekasan.

Comments

Popular

Amazon bietet Klemmbaustein-Modell an, das Lego niemals erschaffen würde

Für 55 Euro erhaltet ihr hier ein Set mit mehr als 1.000 Teilen und einem Motor. Auf Amazon ist derzeit der Leopard-2-Panzer von Mould King erhältlich. Derzeit wird er für 55,25 Euro angeboten. Der normale Preis beträgt 65,00 Euro, was einer Ersparnis von etwa 15 Prozent entspricht (bei Amazon ansehen) Es handelt sich um eine zeitlich begrenzte Aktion, die bis zum 1. März gültig ist. Es besteht jedoch auch die Möglichkeit, dass sie früher endet, falls der Bestand aufgebraucht ist. Lego wird zwar als Meister der Klemmbausteine angesehen, doch ein Lego-Panzer ist nicht käuflich. Das dänische Unternehmen hat bewusst darauf verzichtet, Modelle zu produzieren, die auf echten Kriegsfahrzeugen basieren. Leopard 2 Panzerbausatz von Mould King bei Amazon ansehen Das gefällt uns an dem Mould-King-Panzer: + Umfangreiches Set mit mehr als 1.000 Teilen + Fernbedienung direkt über das Smartphone Das gefällt uns nicht: - Aufkleber anstelle von bedruckten Teilen - Klemmbausteine lassen sich leicht en...

Mengetahui IP Address Pengirim Email Beserta Perusahaan dan Lokasi Pengirimnya

Ada kalanya saat kita merasa curiga dengan email yang masuk, dan ingin memastikan bahwa email ini dikirimnya dari internal perusahaan kita atau pengirim emailnya sedang mengirim email ini saat berada di dalam negeri atau luar negeri atau lebih spesifik dari daerah mana.  Caranya cukup mudah, dalam hal ini kita cek kasus di email masuk gmail. Klik di pesan masuk, lalu  - klik tanda titik tiga kemudian klik show original  - lalu di bagian SPF Pass with ip, maka akan muncullah nomor ip pengirim email tersebut   Ingin mengetahui lebih lanjut?  silahkan copy nomor ip nya Kemudian akses website pelacak ip, dalam hal ini contohnya kita pakai website  - ipaddress.com  Kemudian di bagian button "search" silahkan paste nomor ip tadi lalu klik search  Maka akan muncul informasi pengirim email tadi lengkap dengan reserve ipnya dan lokasi peta dimana berada serta perusahaannya.  Semoga bermanfaat ya cara mudah mengetahui ip address pengirim email ke...

7 Ebook Gratis Tutorial CMS Wordpress yang Banyak di Cari

CMS Wordpress merupakan salah satu platform blogging yang paling banyak dipakai, membangun website untuk berbagai kategori perusahaan bisa di lakukan dengan CMS wordpress ini, sebut saja perusahaan besar yang menggunakan CMS Wordpress seperti Sony Music , TIME ,  dan sebagainya.  Bahkan saking banyaknya sampai disebutkan bahwa " Dua dari Lima Situs Web Dunia Menggunakan Wordpress " Selain gratis dan cukup mudah digunakan, Wordpress juga menawarkan banyak sekali plugin yang akan memperkaya fitur Website yang dibangun. Belakangan cms wordpress sangat ramai digunakan oleh para digital marketer selain ramah search engine seperti google juga sangat memudahkan dan menghemat waktu dalam pengelolaannya. Video lengkap dari  a sd. z seputar membuat sendiri web wordpress. Selain video di atas anda juga dapat membaca panduan di bawah agar menambah khazanah ilmu anda seputar web wordpress. Di bawah ini kami rangkum 7 ebook ssangat cepat dan m...

Sebuah Komitmen untuk Tetap Menempuh Pendidikan

  Seringkali berbagai masalah yang melanda diri dan keluarga membuat kita jenuh bahkan berputus asa dari harapan-harapan yang terbangun selama ini. begitupun dengan asa yang sekian lama di impikan tiba-tiba harus lepas bahkan lenyap seketika. itulah yang dinamakan menyerah. sebagai pribadi yang terbiasa jauh dari orang tua, saya harus bisa melenyapkan setiap hambatan yang akan mematikan potensi-potensi yang telah saya miliki.  Namun sekuat apapun pertahanan yang telah saya buat, masih saja ada cela yang seolah siap untuk merontokkan segenap komitmen dan kekuatan yang memang masih tersisa dan bahkan hampir sirna kini. namun saya yakin bukan hanya saya yang tengah merasakannya, tapi sekian ratus bahkan ribuan orang diluar sana pun demikian bahkan lebih keras lagi dari yang saya alami.  Di beberapa blog, saya sering membaca beberapa kisah perjalanan hidup seorang manusia yang bagiku terasa begitu keras, bahkan ketika membacanya air mata harus menetes sebagai tanda berduka. b...

7 Software Antivirus Gratis yang perlu anda coba jika merasa kena mallware

  Anti virus paling pas buat pakai di OS Windows yang katany banyak virus atau mallware menyebar ke dalamnya apalagi yang doyan download software bajakan. Biasanya sebelum download softwarenya maka banyak berkeliaran pop up yang jika tak pandai-pandai maka akan terinstall ke dalam laptop atau komuter sobat semua. Software antivirus cukup penting buat anda yang memang membutuhkannya, apalagi virus terbaru seperti Ransomware yang merajalela. Hello there! If you are new here, you might want to subscribe to the RSS feed for updates on this topic. Powered by WP Greet Box Jadi.... Langsung saja, berikut silahkan download anti virus yang bisa langsung di pasang atau di install di laptop atau pc anda tanpa perlu bayar alias ini gratis. 1. AVG Anti virus FREE  Legendaris ini si AVG FREE dari dulu sudah terkenal zaman masih di kampus sudah banyak di pakai ini. silahkan download saja anti virus ini dan install di pc anda Klik disini untuk install yang versi gratisnya.  2. Kas...

Best Operating Systems (OS) for Cybersecurity in 2026 — Secure & Powerful Choices

 Choosing the right OS for cybersecurity is a critical decision for ethical hackers, security analysts, penetration testers, and IT professionals. In 2026, the cybersecurity landscape continues to evolve rapidly, with new threats emerging daily. The operating system you use must offer robust security tools, strong community support, and active updates to protect against vulnerabilities and support digital investigations. Cybersecurity experts rely on Linux-based systems, hardened environments, and privacy-focused platforms to analyze threats, run penetration tests, secure networks, and manage sensitive data. Below is a comprehensive, SEO-friendly guide to the top operating systems for cybersecurity in 2026 . Kali Linux — The Standard for Ethical Hacking Kali Linux is widely considered the best OS for cybersecurity professionals due to its extensive toolkit and penetration testing capabilities. Key features: Preinstalled security tools (Metasploit, Nmap, Burp Suite) Regular secur...

They balanced life and work. Now more women are quitting. Here's why

For a while, having it all seemed almost possible.  The spread of the COVID-19 virus introduced a new period of adaptable working hours andremote and flexible work models offsite and blended employment setups distance and part-time work configurations telecommuting and mixed work environments home-based and combined work structures virtual and partial in-office work arrangements distributed and hybrid professional setups remote access and collaborative work methods flexible location and team-based employment online and on-site work combinations. More women – particularly mothers with young children – discovered they could manage full-time employment alongside their household duties, and fewer left the workforce to look after children and family members. In 2025, over 455,000 women exited the workforce. Currently, a nationwide survey sheds light on the reasons behind this choice for many women. Begin your day with more knowledge. Receive all the essential news in yo...

IPL 2026: SRH's Top 4 Targets if Pat Cummins Misses Out

The IPL 2026 campaign is still several months off, but Sunrisers Hyderabad SRH are already encountering their first significant challenge. Their captain and top fast bowler, Pat Cummins, is dealing with back injury issues, making his involvement in the tournament uncertain.   Following the IPL 2025, Cummins experienced a back injury, preventing him from competing in professional cricket ever since. This injury caused him to miss selection for the Australian national team, ultimately leading to his omission from the T20 World Cup. SRH monitors his rehabilitation progress as they need to evaluate his fitness ahead of the next IPL campaign.   Cummins acts as the skipper of SRH and their leading fast bowler, consistently delivering reliable performances. He contributes in every stage of the game, from the initial overs with the new ball, through the middle overs, to the final stages. His departure would leave a significant gap as he offers both strategic leadership and bowling expertise....

Membangun Jembatan Peradaban

Oleh: Yanuardi Syukur, Pengurus Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional MUI Pada 27 Mei 2023, Sekretaris Jenderal Rabithah Alam Islami Syekh Dr Mohammad Al Issa bertemu dengan Paus Fransiskus di Santa Marta, Vatikan. Di antara topik menarik yang diperbincangkan dua tokoh besar tersebut adalah terkait nilai-nilai bersama, jembatan antarperadaban, dan inisiatif yang efektif-berkelanjutan. Terkait nilai-nilai bersama, setiap peradaban di dunia ini pada dasarnya memiliki nilai-nilai bersama. Nilai-nilai tersebut seperti dialog dan kerja sama untuk mencapai kebaikan bersama. Sepanjang sejarah, manusia selalu berkumpul, berinteraksi, membangun aliansi untuk mencapai tujuan bersama. Nilai-nilai bersama itu didapatkan melalui dialog. Dalam dialog, tiap peradaban akan menceritakan apa hal-hal mendasar yang mereka yakini dan praktikkan serta apa hal-hal universal yang dapat disinergikan demi kepentingan bersama di tengah perbedaan yang ada. Allah SWT mengajarkan kita untuk menge...

7 Best Linux OS for 2026 — Top Distros You Should Consider

Inilah OS Linux terbaik 2026 menawarkan stabilitas, keamanan, performa tinggi, serta dukungan ekosistem yang berkembang pesat. Di tengah meningkatnya kebutuhan komputasi modern — mulai dari cloud, dev-ops, data science, hingga penggunaan desktop harian — Linux tetap menjadi pilihan utama bagi developer, profesional TI, dan pengguna umum yang mencari sistem operasi fleksibel dan bebas biaya lisensi. Linux distros (distributions) terus berkembang dengan pembaruan fitur, dukungan perangkat keras yang lebih luas, serta komunitas aktif yang menyediakan ribuan paket aplikasi. Berikut ini adalah OS Linux terbaik di tahun 2026 yang layak dipilih sesuai kebutuhan penggunaan Anda. 1. Ubuntu (22.04 LTS / 24.04 LTS) — All-Around Powerhouse Ubuntu tetap menjadi salah satu OS Linux terbaik 2026 berkat: Kemudahan penggunaan Dukungan dukungan jangka panjang (LTS) Kompatibilitas aplikasi & driver yang sangat baik Ubuntu sangat cocok untuk: Desktop harian Pengembangan software Server dan cloud Ka...