
Review & Cara -, JAKARTA — Pemudikpuncak arus mudik Lebaran 2026 mulai membanjiri Stasiun Kereta CepatKawasan Cina (KCIC) Halim, Jakarta Timur pada 2 hari setelah hari raya Idul Fitri.
Berdasarkan pantauan Bisnis di pintu kedatangan 4 dan 5 di lantai 2 hingga pukul 11.00 WIB, para pemudik hadir secara berbondong-bondong sambil menarik koper atau membawa tas ranselnya.
Di tempat tersebut, tampak juga petugas Stasiun KCIC serta satpam yang siap memberikan bantuan kepada para pemudik ketika mereka bertanya tentang lokasi pintu keluar stasiun.
Salah satu petugas, Saputra, bukan nama asli, menyampaikan bahwa pada hari ke-2 Lebaran memang sudah terjadi peningkatan jumlah penumpang Kereta Cepat Whoosh. Bahkan, lonjakan tersebut telah terjadi sejak hari H Lebaran setelah Salat Id.
"Hari kedua Lebaran, keberangkatan pertama sampai pukul 12 siang penuh. Nah, mulai landai itu dari sore hingga malam. Jika untuk hari ini dari pagi hingga pukul 10 cukup ramai juga," katanya kepadaBisnis, Senin (23/3/2026).
Ia menambahkan, kuota tiket Whoosh untuk beberapa jadwal keberangkatan hari ini semakin berkurang, dengan tersisa sekitar 20-50 kursi dari total 601 kursi dalam satu rangkaian kereta.
Selanjutnya, Saputra menyampaikan, kebanyakan penumpang Whoosh membeli tiket secara langsung di stasiun menggunakan mesin tiket atauon the spot.
"Jadi misalnya H-1 seperti sekarang, rencana berangkat besok, kita lihat okupansi masih tinggi, tapi nanti malam setelah data diambil pasti akan berkurang. Jadi, trennya orang cenderung membeli secara mendadak," jelasnya.
Sementara itu, salah seorang penumpang Whoosh dari Padalarang, Muhammad Aditya (34) mengatakan tidak mengalami hambatan sama sekali saat membeli tiket Whoosh. Menurutnya, selama dijual secara digital dan tersedia dalam jumlah yang cukup banyak diplatformdigital, sehingga membelinya menjadi lebih mudah.
Selain itu, Aditya mengungkapkan alasan dirinya pulang kampung menggunakan Whoosh karena terkait dengan waktu. Ia tiba di Stasiun KCIC Halim sekitar pukul 09:30 WIB.
"Mungkin jika terburu-buru atau memiliki keterbatasan waktu, lebih nyaman menggunakan Whoosh. Jika lebih santai, mungkin menggunakan transportasi lain," katanya kepadaBisnis, Senin (23/3/2026).
Transportasi lain yang biasanya ia gunakan untuk pergi ke Bandung adalah Kereta Api Argo Parahyangan atautravel. Meskipun demikian, ia belum mengetahui apakah tahun depan masih akan memilih Whoosh sebagai alat transportasi mudik atau tidak.
Tidak tahu juga, kalau pemilihannya untuk kecepatan dan keterbatasan waktu mungkin menggunakan Whoosh. Kalau santai pakai transportasi lain karena lebihworth it di harga itu, kalau kita lebih hemat," jelasnya.
Di sisi lain, Heru (40) menjelaskan alasan ia memilih Whoosh untuk kembali ke Jakarta adalah karena perbedaan harga yang tidak terlalu besar dibandingkan kereta api biasa.
"Harganya sedikit berbeda dengan kereta biasa. Whoosh seharga Rp300.000-an, sedangkan Parahyangan sekitar Rp250.000-an, jadi perbedaannya tidak terlalu besar," katanya kepadaBisnis, Senin (23/3/2026).
Jika tidak menggunakan Whoosh, selanjutnya, ia sering bersama istrinya dan anaknya menggunakan Kereta Api Argo Parahyangan. Namun, jika harga tiket Whoosh sedang murah, maka keluarganya memilih menggunakan Whoosh.
Tahun lalu juga naik Whoosh, sih.Tahun lalu harganya tergolong murah. Sekarang sedikit berbeda dengan Argo Parahyangan, tetapi jika harganya kembali turun maka Argo juga akan naik," kata Heru.
Comments
Post a Comment