
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Cirebonmemberikan bimbingan kepada pengelola objek wisata saatlibur Lebaran2026. Persiapan telah dilakukan oleh pengelola objek wisata.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Kota Cirebon, Agus Sukmanjaya, menyampaikan bahwa jumlah wisatawan yang datang ke berbagai objek wisata di Kota Cirebon bisa melebihi angka tahun sebelumnya. “Jika libur panjang dan cuaca mendukung, jumlahnya akan meningkat,” ujar Agus pada Kamis, 19 Maret 2026.
Sementara itu, puncak kunjungan wisatawan menurut Agus biasanya terjadi pada hari ke-2 setelah lebaran hingga masa liburan berakhir. "Kunjungan sebenarnya sudah mulai pada hari H, tetapi biasanya puncaknya terjadi pada hari ke-2 setelah lebaran hingga menjelang liburan berakhir," ujar Agus.
Selanjutnya Agus menambahkan bahwa pihaknya bersama pengelola objek wisata telah melakukan koordinasi hinggarecheckingke lapangan guna mengamati langsung pelayanan dasar yang wajib disampaikan oleh pengelola objek wisata kepadawisatawan. Seperti kebersihan, toilet yang rapi dan memadai serta kebutuhan lainnya.
Pihak terkait bersama pengelola objek wisata telah melakukan sosialisasi mengenai tindakan yang harus diambil jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti bencana. Hal ini dilakukan karena cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi saat ini. Termasuk menyampaikan informasi mengenai layanan darurat yang dapat dihubungi.
Selain itu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Cirebon telah membentuk beberapa tim untuk melakukan pemantauan di setiap objek wisata setiap hari agar pelayanan berjalan dengan lancar. "Kami tidak menginginkan adanya kerumunan orang yang terlalu banyak pada waktu tertentu. Oleh karena itu, sistem pembukaan dan penutupan harus diterapkan," kata Agus.
Obyek Wisata Favorit
Di libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026, jumlah pengunjung yang datang ke destinasi wisata di Kota Cirebon mencapai 37.237 orang. Ketika ditanya mengenai objek wisata yang paling diminati, Agus menyebutkan bahwa Wisata Bahari Kejawanan (WBK) masih menjadi pilihan utama. Berikutnya adalah Cirebon Waterland, Taman Air Goa Sunyaragi, Keraton Kasepuhan, Keraton Kacirebonan, dan Keraton Kanoman.
Destinasi paling diminati adalah Wisata Bahari Kejawanan, dengan jumlah pengunjung mencapai 28.221 orang. Angka ini menguasai lebih dari 75% total kunjungan wisata di Kota Cirebon selama periode tersebut.
Di posisi kedua, wisata sejarah dan budaya Keraton Kasepuhan tetap menjadi daya tarik utama dengan total 4.434 pengunjung, diikuti oleh Goa Sunyaragi yang dikunjungi oleh 3.293 orang. Selanjutnya, Keraton Kacirebonan memiliki 609 pengunjung, Cirebon Waterland dengan 525 pengunjung, serta Keraton Kanoman yang dikunjungi sebanyak 155 orang. Untuk jumlah pengunjung di destinasi wisata ini, sebagian besar berasal dari wisatawan lokal, namun juga terdapat beberapa wisatawan asing yang datang.
Sementara itu, selama libur Lebaran 2025, jumlah pengunjung ke Kota Cirebon mencapai 55 ribu orang. Data tersebut dikumpulkan dalam dua periode, yaitu 28–30 Maret dan 1–7 April 2025. Tempat wisata yang paling diminati oleh para pengunjung saat libur Lebaran adalah Wisata Bahari Kejawanan (WBK), dengan total pengunjung sebanyak 45 ribu orang. WBK dianggap sebagai pilihan utama karena menyediakan suasana pantai yang menarik, harga yang terjangkau, serta akses yang mudah.
Selain itu, tempat wisata budaya tetap menarik perhatian para pengunjung. Keraton Kasepuhan mencatat kedatangan sebanyak 4.000 orang, diikuti oleh Goa Sunyaragi yang dikunjungi sekitar 2.000 wisatawan, serta Cirebon Waterland yang menerima 1.000 pengunjung selama musim liburan.
Comments
Post a Comment