
Ringkasan Berita:
- Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Ahmad Laiman, mengakhiri Festival Pawai Obor 2026 yang berlangsung di Kelurahan Seli serta memberikan apresiasi terhadap semangat kerja sama masyarakat.
- Pemerintah kota berharap festival ini bisa menjadi ikon wisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah di Tidore Kepulauan.
- Penutupan kegiatan dihiburkan dengan pemutaran film "Besok Tsunami" sebagai bagian dari kampanye lingkungan yang digagas oleh kalangan pemuda setempat.
Ulasan dan Cara -, TIDORE– Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman mengakhiri Festival Pawai Obor Tahun 2026 di area pantai Kelurahan Seli, Senin (23/3/2026) malam.
Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Ketua I TP PKK Kota Tidore Kepulauan, Sumiyati Ahmad Laiman, serta masyarakat setempat yang antusias mengikuti berbagai rangkaian acara hingga penutupan.
Ahmad Laiman mengucapkan apresiasi kepada panitia serta masyarakat Kelurahan Seli atas terlaksananya festival tersebut.
Ia menganggap kegiatan seperti Pawai Obor memiliki makna penting dalam memelihara semangat persatuan dan kerja sama di tengah masyarakat.
"Pemerintah Kota Tidore Kepulauan tentu memberikan apresiasi yang besar, karena kegiatan seperti ini sangat penting. Hal ini menunjukkan semangat kerja sama dan kebersamaan dalam menjaga budaya yang ada," katanya.
Selanjutnya, ia berharap kegiatan serupa dapat terus diadakan secara terus-menerus dan menjadi ciri khas tersendiri bagi sektor pariwisata di Tidore Kepulauan.
Menurutnya, kegiatan budaya semacam ini juga memiliki kemampuan untuk meningkatkan peredaran ekonomi masyarakat.
Ahmad Laiman juga menyebutkan situasi global yang sedang dihadapi, di mana perubahan politik internasional dapat memengaruhi sektor ekonomi. Oleh karena itu, kegiatan yang berbasis masyarakat dianggap penting dalam menjaga ketahanan ekonomi wilayah.
"Adanya kegiatan semacam ini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan pendapatan daerah di Kota Tidore Kepulauan," tambahnya.
Di akhir pidatinya, ia menegaskan komitmen Pemerintah Kota dalam terus memberikan pelayanan terbaik kepada warga meskipun dalam kondisi penghematan anggaran.
Ia juga mengajak masyarakat agar tetap menjaga komunikasi dan kerja sama dengan pemerintah guna memajukan daerah.
“Kami berharap komunikasi tetap terjalin, agar dapat bertukar pikiran antara masyarakat dan pemerintah daerah dalam menciptakan ide-ide baru untuk kemajuan Tidore di masa depan,” tuturnya.
Sebagai bagian dari rangkaian penutupan, panitia juga memutar film dokumenter hasil karya Rossel Studio yang berjudul “Besok Tsunami”.
Film ini dibintangi oleh generasi muda Kelurahan Seli sebagai bentuk kampanye peningkatan kesadaran lingkungan, khususnya ajakan untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke laut. (*)
Comments
Post a Comment