Ringkasan Berita:
- Arif Irawan beserta istrinya dan anaknya dilaporkan tersesat setelah mengikuti petunjuk dari Google Maps hingga memasuki hutan di kawasan Pemalang, Jawa Tengah.
- Mereka berangkat dari Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas.
- Di saat sulit, Arif berusaha menghubungi layanan darurat 110.
Review & Cara -Niat mencari jalan alternatif menggunakan aplikasi peta digital, seorang pemudik asal Banyumas, Jawa Tengah justru kehilangan arah hingga memasuki hutan di wilayah Pemalang.
Seseorang dari keluarga yang sedang mudik dilaporkan tersesat setelah mengikuti arahan dari sistem navigasi.
Mengacu pada kejadian tersebut, penggunaan aplikasi pemandu arah tetap memerlukan kehati-hatian.
Arif Irawan beserta istrinya dan anaknya sebenarnya berencana melakukan perjalanan mudik Lebaran ke Desa Sidomulyo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan.
Mereka berangkat dari Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas pada hari Minggu tanggal 22 Maret 2026.
Namun, perjalanan Arif bersama keluarganya mengalami perubahan yang signifikan setelah memutuskan untuk mengambil jalur alternatif melalui Desa Pabuaran, Kecamatan Bantarbolang, Kabupaten Pemalang.
Jalur tersebut dipilih karena dianggap lebih pendek 4 kilometer dibandingkan jalur utama.
Namun, Arif beserta keluarganya justru kehilangan arah di kawasan hutan dan perbukitan yang menghubungkan Desa Parunggalih menuju Desa Jatiroyom, Pemalang.
Dikutip dari TribunJateng.com, keadaan yang dirasakan Arif dan keluarganya semakin memburuk.
Karena, ketika tersesat, hujan turun dan membuat jalan tanah menjadi licin serta berlumpur.
Hal itu menyebabkan sepeda motor yang dikendarai Arif mengalami kesulitan saat melewati jalur tersebut.
"Saat akan berbalik arah, sepeda motor kami malah selip karena jalan yang berlumpur," katanya, Senin (23/3/2026).
Hubungi Layanan Darurat 110
Tidak lama setelah itu, Arif menghubungi layanan darurat 110.
Beruntung, sinyal ponsel masih tersedia sehingga laporan bisa segera diterima oleh aparat kepolisian.
Berkat bantuan tersebut, Arif mengungkapkan rasa terima kasih dan menyampaikan apresiasi kepada pihak Polsek Bodeh, Pemalang yang telah memberikan bantuan.
Kepala Sektor Bodeh, Iptu Santosa, mengungkapkan bahwa pihaknya segera memberikan bantuan setelah menerima laporan.
"Setelah menerima laporan melalui nomor 110, kami segera berangkat ke lokasi untuk melakukan evakuasi saudara Arif bersama istrinya dan anaknya," katanya.
Selanjutnya, petugas berhasil menemukan korban dan membawa para pemudik ke rumah perangkat desa setempat di Desa Parunggalih untuk beristirahat.
Setelah situasi dianggap aman, petugas membawa Arif bersama keluarganya. Akhirnya mereka sampai di rumah tujuan, yaitu wilayah Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan.
Di sisi lain, Kapolsek Bodeh mengajak para pemudik agar tidak terlalu mengandalkan aplikasi peta digital. Terlebih ketika melewati jalur alternatif yang belum dikenal di malam hari atau dalam kondisi cuaca buruk.
Ikuti Peta, Pemudik Asal Bandung Kehilangan Arah di Hutan Karawang
Beberapa tahun yang lalu, kejadian serupa juga dirasakan oleh Firman, seorang pemudik yang berangkat dari Bandung menuju Bekasi.
Pada saat itu, dia mengirim pesan ke layanan Lapor Pak Kapolres melalui nomor 0822 1127 2003.
"Assalamualaikum Wr Wb Lapor Pak Kapolres, saya ingin meminta izin. Mohon bantuan. Saat ini, saya kehilangan arah dan terjebak karena kendaraan bermotor mengalami gangguan sejak semalam," demikian isi pesan yang masuk ke server Lapor Pak Kapolres pada Jumat, 29 April 2022.
Pesan itu dikirim oleh Firman ke layanan Lapor Pak Kapolres melalui nomor 0822 1127 2003.
Saat perjalanannya, Firman mengikuti arahan dari aplikasi Google Maps. Ia terjebak di Hutan Kuta Tandingan.
"Posisi saya paling dekat dengan Polsek Klari sekitar 19 kilometer menurut peta," tulis Firman dalam pesan kepada Lapor Pak Kapolres.
Dikutip dari TribunJabar.idFirman mengakui, ia tersesat sejak pukul 22.00 WIB dan motornya mengalami kerusakan.
Kepala Kepolisian Resor Karawang AKBP Aldi Subartono (pada saat itu), langsung memberikan perintah kepada bawahannya untuk membantu para pemudik.
Selanjutnya, pada pukul 05.25 WIB, anggota piket fungsi Polsek Ciampel, Aipda Koko Kuderajat (saat itu) bersama perangkat desa dan linmas Desa Mulyasejati menuju Hutan di Desa Tegalega, Kecamatan Ciampel, Karawang, Jawa Barat.
Beberapa artikel ini telah diterbitkan di TribunJateng.com dengan judul Mengandalkan Google Maps, Pemudik Justru Terjebak di Hutan Pemalang dan TribunJabar.id dengan judul Mengikuti Google Maps, Pemudik dari Bandung Terhilang di Hutan Karawang
(ulasan dan cara -/Suci Bangun DS, TribunJateng.com/Indra Dwi Purnomo, TribunJabar.id/Cikwan Suwandi)
Comments
Post a Comment