
Kepala Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengungkapkan bahwa pada liburan Lebaran 2026 mendatang, terdapat empat titik pos informasi dan pengamanan (Pos Pam) yang siap beroperasi sepanjang area Tugu hinggaMalioboro.
Empat pos tersebut mencakup Pos Pam Tugu, Pos Pam Teteg Malioboro, Pos Pam Stasiun Tugu Yogyakarta, serta Pos Pam Titik Nol Kilometer. Selain itu juga terdapat satu pos pengamanan di Pos Pam Gembira Loka.
"Jika terjadi kasus wisatawan hilang, tersesat, tertinggal dari rombongan, atau kehilangan barang dapat segera ditangani melalui Pos Pam tersebut," ujar Hasto, Jumat 20 Maret 2026.
Hasto menjelaskan bahwa peran pos pengamanan di kawasan Malioboro dan sekitarnya kini telah berubah, tidak hanya bertugas menjaga ketertiban, tetapi juga menyediakan layanan kesehatan serta bantuan darurat.
Salah satu standar pelayanan yang menjadi fokus adalah kecepatan tanggap petugas dalam menangani kejadian yang sering terjadi pada wisatawan. Misalnya, anggota keluarga yang terpisah atau kehilangan barang berharga di tengah keramaian.
"Kami berharap laporan yang disampaikan ke Pos Pam dapat ditangani paling cepat sebelum 30 menit," ujar dian
Hasto menceritakan, kawasan Tugu hingga Malioboro adalah wilayah yang paling padat saat libur panjang seperti Lebaran. Menurut survei Kementerian Perhubungan, tingkat perpindahan ke KotaYogyakartaLibur Lebaran kali ini diperkirakan akan dihadiri sekitar 737 ribu orang. Banyaknya pengunjung yang datang ke pusat perbelanjaan dan toko oleh-oleh di Malioboro seringkali menyebabkan para wisatawan terpisah dari rombongan mereka, terutama anak-anak.
Selain aspek keamanan teknis, Hasto juga menyoroti ketertiban di sekitar kawasan tersebut guna mencegah tindakan parkir sembarangan dan aktivitas pedagang yang menaikkan harga secara tidak wajar atau melakukan praktik nuthuk. "Kami meminta seluruh pelaku usaha penginapan, baik hotel maupun homestay, untuk menjaga reputasi Kota Yogyakarta dengan menjadi tuan rumah yang profesional," ujarnya.
Beberapa area yang diperkirakan ramai selamalibur Lebaranyaitu Tugu, Malioboro, dan Gembira Loka Zoo. Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan menyatakan bahwa pengaturan lalu lintas akan dilakukan secara fleksibel dan situasional di beberapa jalan yang mengelilingi Malioboro. Beberapa skenario juga telah disiapkan untuk mengelola pengaturan lalu lintas tersebut.
Menurutnya, penutupan Jembatan Kewek untuk proses pembangunan dan pengaturan lalu lintas selama ini tidak menyebabkan kemacetan, terbukti saat liburan Natal dan Tahun Baru.
Selain pengaturan lalu lintas, peningkatan kapasitas tempat parkir seperti Senopati, Ngabean, dan Ex Menara Cafe juga dilakukan. Pemerintah Kota Yogyakarta juga menyediakan layanan informasi digital berbasis QR Code mengenai lokasi tempat parkir yang bisa diakses oleh para pemudik maupun wisatawan.
Comments
Post a Comment