
Kafe kopi atau toko kopi saat ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat bersantai, tetapi juga menjadi pilihan lokasi untuk berkumpul bagi sebagian generasi muda saat Lebaran.Palembang. Keterbatasan opsi destinasi wisata serta kepadatan ruang-ruang umum menyebabkancoffee shoppilihan yang efisien untuk menghabiskan waktu bersama teman.
Dinda Aprilia, berusia 25 tahun, salah satu pengunjungkedai kopi, menghabiskan hari pertama Lebaran di rumah sambil bersama keluarga yang datang berkunjung. Mulai dari pagi hingga hari kedua, rumahnya menjadi tempat kumpul keluarga besar yang datang berkunjung.
Ia mengakui tidak melakukan mudik tahun ini karena orang tuanya termasuk yang paling tua di keluarga, sehingga kerabat datang berkunjung ke rumah mereka. "Dari hari pertama hingga hari kedua, banyak keluarga yang datang ke rumah. Jadi kami lebih sering berada di rumah dan jarang bepergian," ujar Dinda saat diwawancara.Tempopada hari Senin, 23 Maret 2026.
Pada hari ketiga Idul Fitri, setelah kegiatan berkumpul dengan keluarga selesai, Dinda mulai merasa bosan. Ia kemudian berencana pergi keluar bersama temannya untuk mencari suasana yang berbeda. Mereka sempat mengunjungi pusat perbelanjaan, tetapi karena kepadatan pengunjung, mereka memutuskan tidak tinggal terlalu lama.
"Kami pergi ke mal, ternyata sangat ramai. Hampir semua area penuh, mulai dari tempat bermain, tempat makan hingga toko minuman, semuanya sedang antre," katanya.
Situasi tersebut menyebabkan Dinda dan temannya memutuskan untuk berangkat kecoffee shopsebagai alternatif tempat berkumpul. Selain lebih rileks, lokasi tersebut dianggap lebih mudah dicapai dibandingkan tempat wisata yang terbatas.
Menurutnya, pilihan berkumpul di coffee shopjuga dipengaruhi oleh terbatasnya pilihan destinasi wisata danpublic spacedi kota, yang menyebabkan banyak orang berkumpul di satu lokasi. "Di Palembang ini memang masih terbatasnya tempat wisata atau tempathealingJadi biasanya pilihan jatuh pada kafe lagi. Akhirnya kami makan dan minum kopi di sana hingga malam," katanya.
Peristiwa serupa juga dirasakan oleh Zenny Mutia, 20 tahun, mahasiswa di Palembang. Ia mengakui setelah kegiatan silaturahmi keluarga selesai, ia bersama teman-temannya memutuskan berkumpul dicoffee shop untuk melanjutkan momen kebersamaan.
Menurutnya, coffee shopmenjadi lokasi yang menyenangkan untuk berjumpa teman, khususnya saat libur Lebaran. Zenny juga menyebutkancoffee shopmenjadi pilihan tempat untuk menghabiskan waktu setelah dua hari berturut-turut pulang kampung bersama keluarga.
Biasanya setelah berkunjung ke keluarga, kami mencari lokasi untuk berkumpul kembali dengan teman.Coffee shopmaka pilihan karena suasana yang nyaman dan tidak terlalu ramai dibanding tempat wisata," katanya.
Menurutnya, selain sebagai sarana bersantai, berkumpul dicoffee shopjuga menjadi cara lain untuk menjaga hubungan dengan teman sebaya dan menjadi cara untuk memenuhi kebutuhan kafein. "Jadi setelah pulang kampung dan berkunjung ke keluarga, kami bertemu dicoffee shopAgar tetap dapat menjalin silaturahmi. Selanjutnya juga agar tetap bisa menikmati kopi," katanya sambil tersenyum.
Selain karena tidak ada tempat yang cocok untuk berkumpul, pengalaman berbeda dialami Bunga Yunielda, 24 tahun, yang memutuskan menghabiskan libur Lebaran di kafe, demi menghindari pertanyaan keluarga yang biasa saja. Seperti di mana dia bekerja, berapa gajinya, hingga pertanyaan kapan ia akan menikah.
Karena malas diwawancara. Tapi pada dasarnya, memilih kafe agar bisaenjoyhanya berbicara dan bertemu teman. Sekaligus bisasharingcerita yang penuh makna dan menjaga hubungan baik dengan orang-orang yang jarang bertemu," kata Bunga.
Beberapa pemilik kafe juga mengalami peningkatan jumlah pengunjung selama libur Lebaran, terutama mulai dari hari pertama, kedua, dan ketiga. Sebagian besar pengunjung berasal dari kalangan pemuda yang datang secara rombongan.
Bimo Perkasa, salah satu pemilik kafe Dekultur di Palembang, mengatakan bahwa kafenya memang kerap ramai dikunjungi para pemuda setelah kegiatan silaturahmi keluarga menurun saat Lebaran. Terutama bagi mereka yang tinggal tidak terlalu jauh dari kafe kopi tersebut.
Benar, banyak pemuda yang berkumpul di kafe kami dalam kondisi saat ini (Lebaran). Terutama pemuda yang tinggalnya dekat dengancoffee shop," kata dia.
Kafe memang menjadi pilihan Bimo. Bahkan, warung kopi di Palembang sudah ramai dikunjungi sejak Lebaran pertama. Hal ini disebabkan oleh kebutuhan kopi bagi teman-teman muda dan tempat yang cocok untuk berkumpul serta berbincang. "Keramaiannya terjadi antara pukul 16.00 hingga 23.00, saat mereka selesai berjumpa dengan keluarga," ujarnya.
Kondisi ini menunjukkan bahwa kafe kini tidak hanya berfungsi sebagai tempat bersantai, tetapi juga menjadi ruang alternatif untuk berkumpul bagi kalangan muda. Di tengah terbatasnya pilihan tempat wisata dan ramainya pusat keramaian saat libur Lebaran,coffee shop sebagai pilihan yang dianggap efisien dan menyenangkan dalam menghabiskan waktu bersama.
Comments
Post a Comment